Tips Traveling Bersama Toddler (Balita)

Ditulis tanggal 25 Maret 2018 dalam kategori Tips Lain-Lain

Traveling Bersama Toddler | Seminggu terakhir ini feed Instagram menjadi menyenangkan. Kita melihat foto-foto dari keluarga Sabai – Ringgo dan Andien sedang berlibur di luar negeri. Masing-masing keluarga tersebut berlibur dengan toddler.

Berlibur saat masih single, memiliki pasangan namun belum punya momongan, tentu akan sangat berbeda dengan saat telah sudah memiliki momongan. Liburan masih jarang dilakukan saat bayi berusia belum genap satu tahun. Ketika sudah berusia di atas satu tahun atau balita, barulah liburan direncanakan.

Berlibur dengan orang dewasa dan anak-anak – terlebih masih berusia balita – memiliki tantangan tersendiri. Bila kita bisa berdiskusi dan saling tawar menawar dengan orang dewasa saat liburan, tidak demikian bila berlibur dengan bocah. Berikut adalah tips dan trik traveling bersama toddler.

Tentukan Destinasi dengan Hati-hati

Sebagai orang dewasa, tentu ingin berlibur dengan penuh tantangan, menggembel tidak apa-apa asalkan hati bahagian, pun lingkungan panas saat musim panas atau bersalju saat musim dingin tetap akan dijalani. Hal tersebut tidak bisa dilakukan bila berlibur dengan toddler. Daya tahan tubuh dan kenyamanan balita berbeda dengan orang dewasa. Maka, tentukan dengan baik destinasi liburan. Pastikan musim dan suhu di sana, sehingga keperluan pakaian dan outfit lain bisa disiapkan dengan baik. Kenyamanan dan kesehatan toddler harus diletakkan pada nomor satu pada lis liburan.

Gaya Berlibur pada Traveling Bersama Toddler

Sekali lagi, berlibur dengan toddler tak bisa dilakukan sakpenake dhewek alias seenaknya sendiri sama seperti saat masih single atau berlibur dengan orang dewasa. Berlibur dengan toddler lebih mengutamakan road trips yang fleksibel, perjalanan yang lebih lambat atau lebih santai, dan kemampuan membawa banyak bagasi. Perlu diingat, pakansi bersama balita itu artinya banyak sekali printilan barang bawaan yang akan orangtuanya siapkan dan bawa.

Berkunjung ke Museum

Dengan membawa balita, museum bisa menjadi salah satu tujuan yang menarik. Orang dewasa bisa menikmati dan mendapat pengetahuan baru dari museum tersebut. Sementara bagi si toddler, rasa ingin tahu yang besar terhadap
apa-apa yang ada di luar dirinya bisa terpenuhi. Balita juga akan tertarik terhadap segala sesuatu yang berwarna-warni dan bisa berlarian ke sana kemari. Pilihan berlibur ke Artmuseum di Singapura dan atau Museum Angkut di Malang bisa dijadikan pertimbangan.

Stroller

Jangan merasa gengsi untuk menggunakan stroller atau kereta dorong bayi selama berlibur. Stroller tak akan mengurangi bonding atau kedekatan antara anak dan orangtuanya. Perlu diingat, anak usia toddler masih membutuhkan banyak tidur untuk perkembangan mereka. Pada saat tidur itu, istirahatkanlah anak dengan meletakkan mereka di stroller. Sementara si balita tidur, orangtuanya pun juga bisa rehat sejenak. Pun ketika si bocah lelah berjalan, ia bisa duduk nyaman di stroller. Sementara itu, orangtua tetap bisa menikmati pemandangan sekitar dengan mendorong stroller.